Mengenal Beberapa Tokoh Alumni SMA Negeri 2 Bogor

Ini merupakan sebagian kecil data dan cerita dari tokoh-tokoh Alumni SMAN 2 BOGOR. Beberapa tokoh ini patut untuk dijadikan motivasi, terutama oleh sesama alumni siswa SMA Negeri 2 Bogor. Semoga memberikan manfaat dan memberikan suntikan semangat kepada kita untuk selalu menjadi lebih baik.

**

Dr. Rizal Ramli

Lahir di Padang, Sumatera Barat. Alumni SMA Negeri 2 Bogor 1972, adalah seorang mantan tokoh pergerakan mahasiswa, ahli ekonomi dan politisi Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menggantikan Indroyono Soesilo sejak 12 Agustus 2015. Sebelumnya ia juga pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Walau sudah berada dalam pemerintahan, sikap kritis Rizal tidak berubah. Ia sering melontarkan kritik pedas (yang diistilahkan kepret) terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, sehingga ia mendapat julukan baru “Rajawali Ngepret”.

**

Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, S.H

Lahir di Pati, Jawa Tengah. Masuk SMAN 2 Bogor tahun 1977 hingga kelas 2, karena kelas 3 pindah mengikuti tugas ayahnya dan lulus dari sebuah SMA di Jakarta.

Seorang perwira tinggi Polri yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Dikenal dengan nama ‘Buwas’, lulusan Akademi Kepolisian 1984 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir di Mabes Polri sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Kemudian menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga pensiun. Saat menjabat Kepala BNN, Budi Waseso mengusulkan pembuatan pulau penjara yang akan dijaga buaya untuk para terpidana mati narkoba.

Kini Budi Waseso sehari-harinya menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, di sela-sela kesibukannya sebagai Direktur Utama BULOG.

**

Mayor Jenderal TNI (Purn) H. Iwan Ridwan Sulandjana

Lahir di Bogor, Maret 1951. Seorang politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jabar periode 2012-2017. Sebelumnya adalah anggota Militer TNI-AD, pernah menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas dan Pangdam III / Siliwangi. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Asisten Operasi KSAD. ia pensiun pada tahun 2007. Iwan adalah Alumni SMAN 2 Bogor tahun 1970.

Pada Pilkada Jabar 2008 Iwan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Gubernur petahana Danny Setiawan dengan jargon “DA’I”, mereka diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat. Sewaktu pilgub Jabar 2008, Iwan Sulanjana, mengaku tidak mau mendapat tekanan. Untuk itu, dirinya menolak menandatangani kontrak politik yang diajukan oleh BEM se-Jabar dalam diskusi publik cagub cawagub, di Unpad, Jl. Dipatiukur, Rabu (20/2/2008).

“Saya orang beragama, tidak menekan orang lain dan tidak mau ditekan,” tegas Iwan. Pengajuan kontrak politik tersebut dinilai Iwan sebagai bentuk penekanan yang tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa. Menurut Iwan, poin-poin yang disampaikan dalam kontrak politik tersebut sudah termasuk di dalam visi-misinya.

**

Irjen. Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M.

Lahir di Sukabumi, Jawa Barat, Agustus 1959. Terakhir di Kepolisian menjabat sebagai Kapolda Sulsel yang aktif sejak 3 September 2015. Beliau Alumni dari SMA Negeri 2 Bogor lukusan tahun 1979.

Pudji Hartanto Iskandar tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah Ajudan Wakil Presiden RI Hamzah Haz. Kemudian menjabat Wakapolda Banten, Karo Binpolsus PPNS Sdeops Polri, Kapolda Kepri, Irwil II Itwasum Polri, Sahlijemen Kapolri, Kakorlantas, Gubernur Akpol dan terakhir sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melantik Irjen Pol. Drs. Pudji Hartanto Iskandar sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Pudji menggantikan Djoko Sasono yang mengundurkan diri. Kini selain sibuk menjadi Ketua Umum ILUNI Smanda Bogor, tugas utamanya adalah sebagai salah seorang komisioner di Komisi Kepolisian Nasional.

***

H. Djoni Rolindrawan, SE, MMA, MBA

Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk Dapil Jawa Barat III (Cianjur dan Kota Bogor) duduk di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, kependudukan dan kesehatan.

Pria Kelahiran Bogor ini aktif berorganisasi dari semasa mudanya hingga saat ini adalah seorang nahkoda kapten kapal laut. Djoni adalah mantan Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia periode 2009-2013.

“Secara umum, pengamalan Pancasila itu harus dimulai saat ini, detik ini, awalnya amalkanlah di lingkup terkecil di sekitar kita, setelah itu baru meningkat ke lingkup keluarga besar, kemudian bertambah di lingkup masyarakat luas,” pungkasnya, dalam gelar acara Seminar Nasional Fraksi Hanura MPR RI bekerjasama dengan BEM STIE Kesatuan, BEM Universitas Pakuan dan Mahasiswa Se-kota Bogor, di Ballroom Hotel Sahira BOGOR.

H . Djoni Rolindrawan sudah terbiasa memantau lingkungan masyarakat desa maupun kota, selain tugas juga, beliau sudah merupakan panggilan hati nuraninya untuk melihat perkembangan warga sekitar, selain di Bogor Juga di Daerah Cianjur.

***

Komjen. Pol. (Purn) Iman Haryatna

Lulusan Akpol Terbaik periah Adhi Makayasa, alumni SMA Negeri 2 Bogor tahun 1971.

Iman pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri ini menggantikan posisi mantan Kapolri, Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri.

Komisaris Utama PT. KAI adalah wakil pemerintah mengawasi perusahan dan bekerjanya tidaklah ringan, karena harus mampu menekan berbagai masalah yang dihadapi seperti penumpang di atas kerea api, pelemparan batu saat dalam perjalanan, belum lagi ulah para bonek yang seringkali menjadikan KA sebagai sasaran amuk.

Selain fungsi pengawasan, beliau adalah figur yang mampu meningkatkan faktor keamanan dan kenyamanan penumpang kereta api. Sehingga menjadi moda transportasi yang massal masyarakat dan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas. PT. KAI menunjukan pada para stakeholders, bahwa PT. KAI mampu menjawab keinginan konsumennya melalui perbaikan layanan dan inovasi-inovasi. Mengingat, persaingan di jasa layanan transportasi semakin hari semakin tinggi.

***

Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono M.Psi

Sosok wanita karir yang memiliki integritas tinggi. Betapa tidak, meski terlahir sebagai anak seorang diplomat, Dieny Tjokro–sapaan akrabnya- tidak tumbuh sebagai pribadi yang manja. Sejak masa sekolah selalu aktif mengikuti kegiatan, mulai menjadi pengurus OSIS, menjadi anggota paduan suara, dan mengikuti kesenian menari. Bahkan, putri sulung pasangan Moch. Dimmyati Moesanip dan Zubaeda Thamrin ini pernah mendapat penghargaan sebagai siswa terbaik di Kotamadya Bogor.

Wanita kelahiran Paris 3 Januari 1954 ini adalah Alumni SMAN 2 Bogor tahun 1972. Setelah lulus kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, karir Dieny Tjokro diawali sebagai pegawai negeri sipil di Universitas Indonesia tahun 1985. Dengan prestasi yang cemerlang, tahun 1997-2004 Dieny Tjokro diberi kepercayaan sebagai Wakil Dekan IV bidang Penelitian, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Psikologi UI kemudian berlanjut pada periode kedua, yakni tahun 2004-2008 kembali diangkat sebagai Wakil Dekan II bidang Non Akademik Fakultas Psikologi UI.

Karirnya sebagai dosen ternyata membentuk Dieny Tjokro semakin mencintai dunia pendidikan. Ia bertekad mewujudkan masyarakat Indonesia cerdas. Segudang kegiatan pun dilakoninya, mulai menjadi Anggota Tim Sub-Consorsium pendidikan Ibu dan Anak Depdiknas, Diklusepora (1987-1989), Anggota Tim Pengembangan Kurikulum Taman Kanak-kanak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1987-1988), Koordinator dan Pengajar Pengembangan Pribadi John Robert Power (1985-1998), Pengajar Khusus Lembaga Duta Bangsa (2001-2003).

Segudang prestasi ini, kata Dieny, tidak lepas komitmen pribadi yang ingin tetap mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia. Hingga akhirnya wanita yang juga menjadi kandidat program doktor ini bergabung dengan Partai Nasdem dan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat untuk DKI Jakarta.

Perjuangannya untuk rakyat ini diwarisi dari sang kakek, bahkan petuah sang kakek kini diadopsi menjadi prinsip hidup Dieny Tjokro. “Jika memperjuangkan sesuatu, pastikan bahwa bukan hanya kepentinganmu saja yang diperjuangkan, tetapi juga kepentingan banyak orang. Petuah dari kakek saya Muhammad Hoesni Thamrin ini menjadi salah satu prinsip hidup yang saya pegang,” kata Dieny Tjokro.

***

Hj. Utje Choeriah Suganda, S.Sos

Lahir di Bogor, Jawa Barat, April 1952, Alumni SMA Negeri 2 Bogor (1970). Bupati Kabupaten Kuningan periode 2013-2018. Utje Hamid Suganda adalah istri dari Mantan Bupati Kab. Kuningan, Aang Hamid Suganda. Pendidikan yang pernah diraih oleh Utje Hamid Suganda adalah S1 STIA Bagasasi Bandung, Lulus Tahun 2008.

Pada peringatan HKSN, Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP mendapat penghargaan sebagai relawan sosial terbaik se-Jawa Barat hal ini dibuktikan dengan eksistensi beliau dalam memimpin Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (dahulu disebut K3S) yang dipimpinnya selama ± 11 tahun sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam pemberdayaan dan pelayanan sosial masyarakat Kuningan.

***

Komjen Pol. (Purn) Boy Salamuddin

Alumni SMA Negeri 2 Kota Bogor tahun 1977 dan sewaktu sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), memaparkan bahwa capaian kategori predikat akuntabilitas yang diperoleh Lemhanans RI pada tahun 2014 yang berada pada level CC (cukup baik) merupakan tanggung jawab bersama untuk meraih capaian yang lebih baik pada level “B” atau bahkan “A” guna menciptakan Good Governance dan Clean Goverment.” (Republika News, Januari 2015).

Ketika ada kegiatan Gerakan Tebar Ikan di Kota Bogor, beliau sebagai Ketua Panitia Komunitas Peduli Lingkungan yang beranggotakan ALUSMANDA Bogor ’77, Boy Salamudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan komitmen dalam membantu dan mendukung program pemerintah daerah dalam konteks kelestarian ekosistem.

Menurut Boy, pembuangan limbah-limbah ke sungai juga perlu diperhatikan agar ekosistem sungai tetap terjaga. “Dulu, kondisi sungai di Ciliwung indah. Banyak dipenuhi jenis-jenis ikan. Namun, sekarang tidak banyak ikan yang hidup di sini (Ciliwung). Kepunahan ini merupakan isu serius dan berdampak pada degradasi lingkungan,” ucap Boy, Sabtu (9/4/2016).

***

Avip Priatna

Alumni SMAN 2 Bogor angkatan 1981 ini adalah konduktor kampiun Indonesia. Hidupnya dicurahkan untuk kemajuan dunia paduan suara di negeri ini. Hatinya tergugah mencurahkan hidup demi perkembangan paduan suara, karena ia melihat kenyataan, waktu itu paduan suara masih dipandang sebelah mata.

Avip Priatna adalah Musical Director dan Resident Conductor dari Parahyangan University Choir, Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Chamber Orchestra, dan juga belajar choir conduction pada Profesor Gunther Theuring dan orchestral conducting, Leopold Hager di Hochschule fur Muzick und Darstellende Kunst di Vienna, Austria dan lulus di tahun 1998 dengan predikat high distinction.

Selama di Austria, ia bergabung dengan banyak kelompok koor prestisius dan pernah menjadi asisten konduktor di Wiener Jeunesse Choir. Dalam beberapa tahun ini, ia telah membangun reputasi internasional bagi Parahyangan University Choir dan Batavia Madrigal Singers. Meraih sejumlah penghargaan tertinggi pada kompetisi koor internasional di Arnhem, Belanda (1995), Arrezzo, Italia (1997), Linz, Austria (2000) dan pagelaran-pagelaran yang cukup rutin di Perancis, Austria dan Italia.

Di dalam negeri, bersama Parahyangan University Choir, Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Chamber Orchestra juga tampil secara berkala di Bandung dan Jakarta. Dibawah pimpinannya, Parahyangan University Choir pada tahun 2003 memenangkan penghargaan ganda dalam Kompetisi Internasional Choir Chamber ke-8 di Marktoberdorf, Jerman, juara pertama dalam Achievement Level I dan penghargaan Gustave Charlier untuk interprestasi terbaik karya koor bunyi untuk Aria Gloria 3 dari Woo Hyo-Won. Pada bulan Juni tahun 2007, Avip juga didaulat menjadi konduktor tamu pada seri Philharmony kalendar, acara tahunan Orkes Ensambel Kanazawa, sebuah orkes Jepang berskala antar bangsa bermarkas di kota Kanazawa, prefektur Ishikawa, Jepang. Dalam konser yang bertajuk A Summer Night of Romantic Masterworks tersebut Avip dan Batavia Madrigal Singers membawakan komposisi koor Carl Maria von Weber, Freischutzmesse.

***

***

Sumber: Diambil dari sana-sini, sebagian besar tentu berasal dari internet.